Featured Posts
Sabtu, 18 Januari 2014
Jumat, 17 Januari 2014
E-Learning
TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Dosen :
Dr. Danang Tandyonomanu, M.Si
Disusun Oleh
:
Susmudioko,
ST
NIM :
137905038
PASCASARJANA TEKNOLOGI PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2013
PENDAHULUAN
Ilmu dan teknologi terutama teknologi informasi berkembang sangat
pesat yang berdampak pada pelbagai perubahan sosial budaya. Contohnya ecommerce
merupakan salah satu perubahan radikal dalam aspek ekonomi masyarakat modern
saat ini. Di sektor pemerintahan ada e-government dan di sektor pendidikan
sudah berkembang apa yang disebut e-learning.
Di Indonesia pemanfaatan teknologi internet dimulai sekitar tahun
1995 ketika IndoInternet membuka jasa layanan internet dan tahun 1997-an mulai
berkembang pesat. Namun kini pemanfaatan teknologi ini masih didominasi oleh
lembaga seperti perbankan, perdagangan, media massa, atau kalangan industri.
Bila dilihat potensinya, dalam waktu mendatang mungkin saja lembaga pendidikan
akan endominasinya. Pemanfatan teknologi
internet untuk pendidikan di Indonesia secara resmi dimulai sejak dibentuknya
telematika tahun 1996. (Anwas, Oos M. 2000)
Seiring perkembangan zaman, pemanfaatan internet untuk pendidikan
di Indonesia khususnya di perguruan tinggi terus berkembang yang dipelopori
oleh Institut Teknologi Bandung. Pemanfaatan internet untuk pendidikan ini
tidak hanya untuk pendidikan jarak jauh, akan tetapi juga dikembangkan dalam
sistem pendidikan konvensional. Kini sudah banyak lembaga pendidikan terutama
perguruan tinggi yang sudah mulai merintis dan mengembangkan model pembelajaran
berbasis internet dalam mendukung sistem
pendidikan konvensional. Internet sebagai media baru belum memasyarakat.
Demikian pula orang-orang yang terlibat dalam lembaga pendidikan belum terbiasa
menggunakan internet.
Penyelenggaraan pendidikan nasional yang bersifat konvensional,
mengalami banyak kendala ketika dituntut untuk memberikan pelayanannya bagi
masyarakat luas yang tersebar di seluruh Nusantara. Kendala tersebut antara
lain keterbatasan finansial, jauhnya lokasi, dan keterbatasan jumlah institusi.
Saat ini telah berkembang teknologi informasi yang dapat dimanfaatan untuk
mengatasi kendala tersebut. Sudah saatnya teknologi informasi dimanfaatkan
secara optimal dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.
Terlebih di masa depan pendidikan akan mengahadapi persaingan
global yang sangat ketat. Agar dapat memenangkan ataupun dapat ikut bermain
dalam dinamika global membutuhkan prasyarat kekuatan kepercayaan diri dan
kemandirian.
Pengertian
Electronic learning kini semakin dikenal sebagai salah satu cara
untuk mengatasi masalah pendidikan, baik di negara-negara maju maupun di negara
yang sedang berkembang. Banyak orang menggunakan istilah yang berbeda-beda
dengan e-learning, namun pada prinsipnya e-learning adalah pembelajaran yang
menggunakan jasa elektronika sebagai alat bantunya. E-learning memang merupakan
suatu teknologi pembelajaran yang yang relatif baru di Indonesia.
Untuk
menyederhanakan istilah, maka electronic learning disingkat menjadi e-learning.
Kata ini terdiri dari dua bagian, yaitu ‘e’ yang merupakan singkatan dari
‘electronica’ dan ‘learning’ yang berarti
pembelajaran’. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan
jasa bantuan perangkat elektronika. Jadi dalam pelaksanaannya e-learning
menggunakan jasa audio, video atau perangkat komputer atau kombinasi dari
ketiganya. Dengan kata lain e-learning adalah pembelajaran yang pelaksanaannya
didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, vidiotape, transmisi
satelite atau komputer.
RUMUSAN MASALAH
- Penerapan E-Learning di Indonesia. Apa yang menjadi kendala dan kemungkinan yang muncul. Jelaskan kendala dan kemungkinan tersebut, dan bagaimana mengatasi dan mengoptimalkan pelaksanaan E-Learning jika diterapkan di Indonesia ?
- Interaksi merupakan bagian yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pemanfaatan E-Learning, interaksi yang muncul di antara peserta pembelajaran menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana mengoptimalkan aspek interaksi sehingga semua aspek interaktivitas pada pembelajaran tatap muka (face-to-face) dapat tercapai ?
- Mengapa pendidikan perlu mempertimbangkan E-Learning? Bagaimana dengan ilmuan teknologi menyikapi hal ini?
- Pemanfaatan E-Learning ditengarai akan menyebabkan perilaku menyendiri tidak mau bersosialisasi dengan orang lain di lingkungannya. Bagaimana upaya teknolog pembelajaran dalam mengatasi kemungkinan tersebut?
PEMBAHASAN
1. Kendala dan kemungkinan yang muncul
dalam penerapan e-learning di Indonesia.
Beberapa
universitas di Indonesia memang sudah menerapkan E-Learning sebagai metode
pengajaran utama terutama di universitas terbuka, karena E-learning memiliki
banyak keuntungan. Tapi belum semua lembaga pendidikan bahkan sebagian besar
lembaga pendidikan di Indonesai belum menerapkan E-Learning, hal ini disebabkan
beberapa faktor kendala yang menghambat penerapan E-Learning Di Indonesai
antara lain :
a. Masalah infra struktur (Sarana)
Untuk
dapat menerapkan e-learning infrasutruktur yang ada harus memadai,
infrastruktur itu antara lain : PC, Jaringan Internet, perangkat multimedia,
Dll. Tergantung dari model dan aplikasi yang digunakan. Semakin bagus sistem
e-learning yang dirancang maka semakin banyak infrastruktur yang dibutuhkan,
dan tentu saja untuk memenuhi infrastruktur ini memerlukan dana yang tidak
sedikit. Untuk didaerah perkotaan infrastruktur ini bukan menjadi kendala utama
karena sebagian besar lembaga pendidikan dikota sudah memiliki infrastruktur
ini. Namun di daerah daerah tertentu pemenuhan infrastruktur ini akan sangat
sulit dan bahakan belum bisa dipenuhi terutama masalah jaringan internet. Belum
semua wilayah di Indonesia bisa menikmati layanan internet.
b. Masalah SDM ( Sumber daya Manusia )
e-Learning
saat ini sudah tidak asing lagi diterapkan di pergutuan tinggi, tetapi untuk di
lembaga pendidikan dibawahnya (SLTA, SMP, SD) masih sangat minim sekali yang
sudah menerapkan e-learning. Hal ini dikarenakan sumber daya yang dimiliki oleh
perguruan tinggi jelas lebih unggul baik dari tenaga Pendidiknya, Teknisi,
Maupun dari siswanya. Belum semua guru bisa menggunakan infrastruktur
e-learning, bahkan untuk mengoperasikan komputer saja masih banyak guru yang
masih kesulitan.
Perlu
perhatian dan bimbingan khusus terkait dengan pengembangan dan mempersiapkan
sumber daya manusia dalam rangka penerapan e-learning.
c. Masalah sistem dan aplikasi
Belum
banyak sistem dan aplikasi e-learning dibuat. walaupun ada, sistem dan aplikasi
itu masih sangat sederhana. Aplikasi tersebut belum sepenuhnya dapat
memvirtualisasikan atau mengkonversikan sistem pembelajaran konvensional
menjadi virtual secara penuh mulai dari sistem penerimaan atauseleksi peserta
didik hingga pelaksanaan ujian.
d. Masalah konten
yaitu konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning
system ( Learning Management System ). Konten dan bahan ajar
ini bisa berbentuk multimedia- based
kontent (konten berbentuk
multimedia interaktif) atau text-based content (konten berbentuk teks
seperti pada buku pelajaran biasa). Konten e-Learning biasa disimpan
dalam LMS sehingga dapat diaksesoleh siswa kapanpun dan di manapun. (http://academia.edu/. Diakses tanggal 13
Januari 2014)
di indonesai konten E-learning berbentuk teks memang
sudah banyak diterbitkan danbahkan kita bisa dengan mudah men download konten
tersebut baik dalam bentuk buku maupun artikel. Namun konten berbasis
multimedia masih sangat jarang kita jumpai.
Padahal konten berbasis multimedia ini akan lebih mempermudah belajar
siswa dibanding berbasis teks.
CARA MENGATASI DAN
MENGOPTIMALKAN PELAKSANAAN ELEARNING JIKA DITERAPKAN INDONESIA:
Ø Untuk
masalah biaya penggunaan internet, sebaiknya pemerintah dan
perusahaan-perusahaan telekomunikasi membuat suatu kesepakatan untuk
menyediakan layanan internet murah terutama untuk bidang pendidikan. Kalau bisa
gratis lebih baik. Atau bisa juga dengan meyediakan hotspot bagi
sekolah-sekolah atau perguruan tinggi-perguruan tinggi yang belum memilikinya.
Karena salah satu kendala belum bisa terlaksananya E-Learning secara maksimal
adalah masalah biaya penggunaan internet. Jika pemerintah dan perusahaan
telekomunikasi berhasil membuat kesepakatan itu, E-Learning akan menjadi lebih
mudah dilaksanakan di Indonesia. Yang tentunya sangat bermanfaat untuk kemajuan
pendidikan di Indonesia yang imbasnya bisa sampai ke segala bidang seperti
teknologi, sosial, budaya, dll.
Ø Untuk
masalah pengadaan media dan infrastruktur untuk pelaksanaan E-Learning seperti
PC, laptop, LCD, dll, sebaiknya pemerintah menyediakan dana untuk
sekolah-sekolah atau perguruan tinggi-perguruan tinggi yang membutuhkan dana
untuk pengadaan media untuk E-Learning.
Ø Untuk
masalah SDM, sudah seharusnya pemerintah atau instansi-instansi pendidikan
mengadakan sosialisasi tentang E-Learning. Untuk pengajar, bisa dilakukan
diklat mengenai penggunaan E-Learning dalam pembelajaran, sehingga staf
pengajar sudah siap untuk melaksanakan sistem baru ini. Untuk siswa, seharusnya
mereka dikenalkan dengan E-Learning sejak dini, agar besok di jenjang yang
lebih tinggi sudah terbiasa dengan sistem ini.
Ø Anggaran 20%
untuk pendidikan segera dilaksanakan. Kalau bisa lebih tinggi, itu lebih baik.
Karena anggaran yang semakin besar untuk pendidikan, berbanding lurus dengan
kualitas pendidikan. Semakin tersedia sarana dan prasarana pendidikan, semakin
baik kualitas pendidikan.
Ø Pemerintah
bisa juga membuat kesepakatan dengan negara lain untuk dimintai bantuan.
Terutama negara-negara yang sudah berhasil dalam pelaksanaan E-Learning. Karena
kesuksesan negara-negara tersebut dapat kita contoh untuk menyukseskan
pelaksanaan E-Learning di Indonesia.
2. Mengoptimalkan aspek
interaksi dalam e-learning.
Globalisasi telah memicu kecenderungan
pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional
kearah pendidikan yang terbuka dengan memanfaatkan teknologi. Perkembangan
teknologi dewasa ini sangat pesat sekali dan merambah ke semua lini kehidupan
masyarakat kita, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Namun pemanfaatan
teknologi dalam aplikasi dunia pendidikan masih menuai pro dan kontra dari
berbagai kalangan karena e-learning sendiri akan membawa dampak negatif juga.
Faktor
utama dalam distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak
adanya interaksi Antara dosen dan mahasiswa. Selama ini E-learning lebih
mengarah ke pendidikan jarak jauh dan pendidikan mandiri.
Bagaimanapun tatap muka tetap diperlukan
antara dosen dan mahasiswa maupun mahasiswa dengan mahasiswa, karena kurangnya
interaksi ini akan memperlambat
terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar.
Agar E-learning bisa
berjalan optimal maka perlu ada solusi yang bisa menggantikan fungsi tatap
muka, dan teknologi yang ada sekarang ini sudah sangat memungkinkan untuk bisa
melakukan tatap muka dalan pembelajaran jarak jauh dengan difasilitasi oleh
internet.
Menurut Thomson, Ganxglass dan Simon (2000),
menyatakan “Secara jaringan, elearning dapat didefinisikan sebagai upaya
menghubungkan pembelajar (murid) dengan sumber belajarnya (database,
pakar/guru, perpustakaan) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan.
Interaktifitas dalam hubungan tersebut dapat dilakukan secara langsung
(synchronous) maupun tidak langsung (asynchronous).
Berdasarkan pendapat tersebut, bahwa interaktivitas tatap muka dilakukan
secara synchronus dan asynchronus. Dalam hal ini, untuk mengoptimalkan aspek
interaktivitas perlu mengelola pembelajaran menggunakan metode pembelajaran
yang tepat dan memanfaatkan aplikasi/ fitur-fitur yang ada untuk interaktivitas.
Misalnya, supaya interaksi antara siswa dan siswa, siswa dan guru bisa optimal,
guru menggunakan metode pembelajaran diskusi melalui aplikasi interloc. Guru
memberikan suatu topik dan bahan bacaan, setelah siswa membaca topik dan bahan
bacaan tersebut, mereka akan mendiskusikan bersama-sama. Dalam diskusi tersebut
peran guru sebagai fasilitor mengarahkan jalannya diskusi. Diakhir diskusi guru
memberikan feedback dari apa yang telah didiskusikan sebagai penguatan bagi
siswa sebelum melanjutkan ke diskusi yang lebih mendalam. Menggunakan kuis
untuk berpikir kreatif juga bisa untuk meningkatkan interaktivitas antara siswa
melalui intelegent agent. Kemudian, pembelajaran juga bisa melalui Tele
Conference untuk membahas
materi-materi pembelajaran. Jadi, merancang suatu pembelajaran yang menarik
sangat penting untuk meningkatkan interaktivitas.
Sedangkan untuk memfasilitasi tatap muka antara
siswa dengan guru dapat mrnggunakan media Video Call, dengan fasilitas
ini guru dan murid bisa melakukan interakasi langsung seperti tatap muka. Sudah
banyak aplikasi video call yang bisa dipakai dan di aplikasikan.
3.
Mengapa
pendidikan perlu mempertimbangkan E-learning? Bagaimana dengan ilmuan teknologi
pendidikan menyikapi hal ini?
Banyak orang
menganggap bahwa pendidikan merupakan suatu tolak ukur kemajuan suatu bangsa,
semua orang membutuhkan pendidikan. Pada saat ini, pendidikan khususnya di
Indonesia semakin berkembang. Pemenuhan kebutuhan untuk mengatasi masalah
belajar sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dalam mengatasi
masalah belajar yang dihadapi pada saat ini, diperlukan suatu strategi,
bagaimana mengembangkan suatu pembelajaran yang konvensional yang belum mampu
memenuhi kebutuhan peserta didik menjadi pembelajaran yang benar-benar mampu untuk
mengatasi masalah belajar dan meningkatkan mutu pendidikan. Melihat kemajuan
teknologi yang semakin pesat, pendidikan hendaknya memanfaatkan teknologi
secara efektif, karena peran teknologi diperlukan untuk mengatasi masalah
pembelajaran. melalui e-learning diharapkan peserta didik mampu belajar secara
mandiri, bertanggungjawab dan lebih kreatif tentunya di dukung oleh para
stakeholder yang lain untuk memfasilitasi peserta didik dalam belajar.
Pemanfaatan
IT dalam bidang pendidikan bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan
pendidikan, sehingga tersedia layanan informasi yang lebih baik untuk peserta
didik. Layanan pendidikan dapat dilaksanakan melalui sarana internet, misalnya
E-Learning. E-Learning mempunyai banyak keunggulan dan kemudahan dalam hal pengembangan
pendidikan, Sekalipun dipersepsikan cukup banyak manfaat dari E-Learning,
prakondisi institusional dan perubahan tradisi pembelajaran perlu menjadi
perhatian agar dapat diselenggarakan E-Learning yang efektif dan efisien.
E-Learning mempunyai alasan mengapa perlunya diterapkan dalam dunia pendidikan
antara lain :
Ø Standar kualitas dan kompetensi.
Pernahkah
terbayang oleh Anda ketika harus memberikan materi pelatihan kepada beberapa
kelas peserta yang berbeda? Kemungkinan kualitas materi yang Anda sampaikan
tidak 100% sama antara kelas yang satu dengan kelas yang lain. Studi kasus yang
teringat pada kelas A belum tentu teringat dan disampaikan di kelas B. Begitu
pula dengan pengalaman-pengalaman penting terkait aplikasi materi, ada
pengalaman yang teringat dan disampaikan tapi tidak diberikan di kelas C karena
terlupa. E-Learning memberikan solusi ketika kualitas materi yang Anda berikan
pada seluruh kelas memiliki standar yang sama. E-Learning merangkum dan
mempersembahkan kualitas dan kompetensi yang sama bagi seluruh pebelajar.
Ø Cakupan Geografis yang lebih Luas
Luasnya
wilayah geografis suatu negara terkadang menjadi kendala para peserta belajar
untuk mendapatkan pembelajaran yang berkualitas. E-Learning memberikan
kesempatan bagi pebelajar yang berada jauh dari pusat pendidikan atau
pelatihan.
Ø Monitoring Efektivitas Program
Ketika
pebelajar diberikan kesempatan untuk bebas belajar, para penyelenggara diklat
biasanya mengkhawatirkan bagaimana monitoring dilakukan. Proses monitoring
bukan tidak mungkin dilakukan pada pembelajaran E-Learning. Justru boleh
dibilang E-Learning membuka kesempatan monitoring yang lebih efektif, efisien
dan terbuka. Banyak management system E-Learning yang mengakomodasi monitoring
dengan cukup baik. Tidak hanya sekedar menampilkan score keberhasilan
pembelajaran, management system juga dapat memberikan kesempatan penyelengara
untuk melihat aktivitas pembelajaran yang terjadi. Dalam rincian hari, jam
hingga durasi pembelajaran yang dilakukan.
Ø Biaya Pelatihan yang lebih Ekonomis
Penyelenggaraan
pendidikan dan pelatihan menghabiskan dana yang tidak sedikit. Terlebih materi
yang disampaikan adalah materi berulang untuk peserta yang cukup banyak. Dengan
penggunaan E-Learning, biaya kudapan, akomodasi (jika penyelenggaraan mengundang
peserta dari daerah yang berbeda), dan biaya-biaya lainnya dapat diminimalisir.
Ø Waktu Pelatihan yang Tidak Terbatas
E-Learning
memberikan kesempatan pembelajar agar dapat belajar dimana saja dan kapan saja.
Kesempatan belajar yang tidak terbatas ini biasanya diiringi dengan
pengkondisian agar terbentuknya jiwa pebelajar yang disiplin dan kritis.
Disiplin dalam artian dia mempelajari seluruh materi yang diberikan dan kritis
dalam menggali atau mendalami pemahamannya akan materi tersebut.
Ø Jumlah Peserta yang Lebih Banyak
Jumlah
peserta yang banyak terkadang menjadi kendala dalam penyelenggaraan diklat.
Kurangnya tempat atau keterbatasan pemberi materi, membuat tidak
dimungkinkannya jumlah peserta yang banyak diakomodir. Dengan E-Learning jumlah
peserta yang banyak dapat diakomodir dengan mudah. Jumlah peserta diklat yang
cukup banyak dapat mempelajari materi diklat secara bersamaan.
Dari
penjelasan inilah yang membuat pemikiran bahwa pendidikan harus mempertimbangan
penerapan E-Learning.
Ilmuan teknologi menyikapi hal ini :
Definisi
Teknologi pendidikan adalah studi dan praktek etis yang memfasilitasi
pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan, dan
mengelola proses teknologi dan sumber daya yang tepat.
Semua usaha
dalam teknologi pendidikan ditujukan untuk memfasilitasi dan memecahkan masalah
belajar peserta didik. Usaha-usaha tersebut terdiri dari pengelolaan,
pengembangan sistem pembelajaran dengan memanfaatkan sumber belajar.
Berdasarkan pada pengertian pengembangan pembelajaran, maka diperlukan minimal
4 kriteria yang harus dipenuhi dalam model pembelajaran yaitu : (1) mempunyai
tujuan, (2) keserasian dengan tujuan, (3) sistemik, (4) berpedoman pada
evaluasi. Untuk merancang pembelajaran diperlukan sebuah pendekatan, agar
memudahkan instructional designer merancang dan mengembangkan sebuah proses
pembelajaran menjadi efektif dan efisien.
Menurut
Rosenberg (2001) E-Learning merupakan pembelajaran menggunakan teknologi
internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas dengan kriteria
sebagai berikut:
Ø E-Learning
merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan,
mendisribusi dan membagi materi ajar atau informasi.
Ø Pengiriman
sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi
internet yang standar.
Ø Memfokuskan
pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma
pembelajaran tradisional.
Jadi,
relevan jika pendidikan harus mempertimbangan penerapan E-Learning untuk
memanfaatkan teknologi sebagai pemecahan masalah belajar dalam pendidikan
dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekuranganya.
4. Pemanfaatan
elearning ditengarai akan menyebabkan perilaku penyendiri tidak mau
bersosialisasi dengan orang lain di lingkungannya. Bagaimana upaya teknolog
pembelajaran dalam mengatasi kemungkinan tersebut?
Pengertian
Perilaku
Perilaku atau aktifitas yang ada pada
individu atau organisme itu tidak timbul dengan sendirinya, tetapi sebagai
akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang yang bersangkutan baik
stimulus eksternal maupun stimulus internal. Namun sebagian besar dari perilaku
organisme sebagai respon terhadap stimulus ekternal. Pandangan kaum
Behavioristik memandang bahwa perilaku sebagai respon terhadap stimulus, akan
sangat ditentukan oleh keadaan stimulusnya, dan individu atau organisme
seakan-akan tidak mempunyai kemampuan untuk menentukan perilakunya, hubungan
stimulus dan respon seakan-akan bersifat mekanistis. Sedangkan Aliran Kognitif
memandang perilaku individu merupakan respon dari stimulus, namun dalam diri individu
itu ada kemapuan untuk menentukan perilaku yang diambilnya. Berarti individu
tersebut dalam keadaan aktif dalam menentukan perilaku yang diambilnya. (http://ipahipeh.blog.fisip.uns.ac.id.
Diaksen tanggal 17 Januari 2014)
Sedangkan Pola perilaku merupakan
hubungan definitif antara suatu stimulus dengan tanggapan, yang menyebabkan
organisme berperilaku menurut cara tertentu dan seragam bilamana suatu stimulus
tertentu terjadi. Pola perilaku mungkin bersifat naluriah (diwariskan) atau
habitual (diperoleh atau dibentuk).
Jenis
Perilaku
Skinner (1976) membedakan perilaku
menjadi dua, yaitu
1.
Perilaku alami (innate behavior)
Perilaku alami yaitu perilaku yang
dibawa sejak organisme dilahirkan, yaitu berupa refleks-refleks dan
insting-insting. Perilaku yang reflektif merupakan perilaku yang terjadi
sebagai reaksi secara spontan terhadap stimulus yang mengenai organisme yang
bersangkutan. Misal : menarik jari bila jari terkena api, reaksi mata berkedip
bila terkena sinar yang kuat, dan lain sebagainya. Reaksi atau perilaku seperti
ini terjadi secara sendirinya, secara otomatis, tidak diperintah oleh pusat
susunan syaraf atau otak. Perilaku yang reflektif merupakan perilaku yang
tidak dapat dikendalikan karena perilaku tersebut bersifat alami.
2.
Perilaku operan (operant behavior)
Perilaku operan yaitu perilaku yang
dibentuk melalui proses belajar. perilaku non-reflaksif yaitu perilaku
yang dikendalikan atau diatur oleh pusat kesadaran atau otak. Sebagian terbesar
perilaku manusia merupakn perilaku yang dibentuk, perilaku yang diperoleh,
perilaku yang dipelajari melaui proses belajar.
Hubungan
antara pendidikan dan perilaku individu
Ada hubungan antara pendidikan dan
perilaku individu, sesuai dengan fungsi sekolah sebagai pusat pendidikan, yaitu
pembentukan pribadi anak atau individu. Dengan ilmu pengetahuan yang
diperoleh dari pendidikan tersebut, mampu mempengaruhi perilaku individu dalam
bertingkahlaku, karena menurut John Locke, Tujuan pendidikan adalah
pembentukan watak, perkembangan manusia sebagai kebulatan moral, jasmani dan
mental. Perilaku individu dapat diperoleh pula melalui proses belajar yang
kontinu.
e-learning merupakan salah satu
pemecahan masalah belajar yang dihadapi oleh peserta didik. E-learning
menawarkan konsep untuk belajar mandiri, dimana peserta didik bisa belajar
menurut gaya belajar dan kecepatan masing-masing. Tetapi hal ini terkadang
menyebabkan suatu perilaku menyendiri dan kurangnya sosialisasi dengan
lingkungan. Upaya teknolog pendidikan pendidikan dalam hal ini yaitu
berdasarkan buku teknologi pendidikan (1977) menyatakan bahwa “Teknologi
Pendidikan merupakan proses yang kompleks lagi terpadu yang melibatkan orang,
prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk mennganalisis masalah dan
sekaligus mencari upaya pemecahannya, mengimplementasikan, mengevaluasi dan
mengelola pemecahan terhadap masalah masalah yang berkenaan dengan aspek
belajar manusia.” Perlu melakukan suatu
upaya yaitu menganalasis apa yang menjadi faktor yang menyebabkan
perilaku menyendiri, kemudian teknolog pendidikan harus mengelola pembelajaran
supaya peserta didik dalam e-learning bisa bersosialisasi dengan orang lain dan
lingkungannya. Misalkan melalui model pembelajaran project based learning yang
mengedepankan strategi kolaborasi, sehingga mengharuskan peserta didik untuk
bekerjasama dan menyelesaikan tugas tersebut secara berkelompok, kemudian
ketika tugas tersebut selesai dikerjakan, rancanglah diskusi-diskusi yang
menarik melalui fitur yang ada. Dengan demikian maka antar peserta didik akan
saling berkomunikasi dan terjalin interaksi sesuai yang di inginkan.
KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa E-learning adalah sistem atau
konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.
Perbedaan Pembelajaran antara Metode Tradisional dan Metode E-Learning yaitu
pada Metode Tradisional, seorang guru dianggap sebagai orang yang serba tahu
dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuannya kepada siswa atau
mahasiswa.
Sedangkan pembelajaran pada Metode E-Learning seorang
siswa atau mahasiswa dituntut untuk dapat mandiri pada waktu tertentu dan
bertanggung-jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran dengan Metode
E-Learning akan ‘memaksa’ pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam
pembelajarannya. Pelajar membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha,
dan inisiatif sendiri.
SARAN
Setelah melakukan pembahasan penulis ingin memberikan
masukan yang berupa saran bahwa penulis mengharapkan apa yang menjadi makalah dengan
tema ‘E-LEARNING‘ tidak hanya menjadi suatu teori saja, namun
dapat di praktekkan didalam kehidupan bermasyarakat sebagai suatu pemahaman
bahwa dalam persaingan yang ketat di era globalisasi seperti saat ini sangat
dibutuhkan suatu konsep keterampilan guna mendukung kehidupan bermasyarakat.
Demikianlah Makalah yang sederhana ini
saya buat untuk memenuhi syarat pembelajaran di mata kuliah TEKNOLOGI INFORMASI
DAN KOMUNIKASI ini mudah-mudahan dapat
diterima dengan baik bagi pembaca.
Daftar Pustaka :
Ø http://academia.edu/.
Diakses tanggal 13 Januari 2014
Ø http://ipahipeh.blog.fisip.uns.ac.id.
Diaksen tanggal 17 Januari 2014)
Ø E-Learning
dalam Pembelajaran - Ade Kusmana
Ø EdhySutanta
Makalah Juni 2009 DASI Konsep dan
Implementasi E-learning
Ø Tafiardi,
Meningkatkan Mutu Pendidikan melalui E-learning
Ø widhiartha_elearning
Selasa, 31 Desember 2013
Selamat tahun baru 2014
TAHUN BARU, SEMANGAT TERBARUKAN
suasana dijalan raya mulai padat, suara terompet mulai terdengar disana sini.malam ini terasa berbeda karena malam ini adalah malam perayaan tahun baru. perayaan tahun baru di indonesia dirayakan tiap tanggal 1 januari dengan berbagai cara. ada yang merayakan tahun baru di tempat wisata, di kafe, di pusat kota dan tempat keramaian lainya.cara tiap orang merayakanya pun berbeda -beda, dengan hanya sekedar makan malam dengan keluarga kemudian meniup terompet, ada pula yang rela begadang semalaman untuk menantikan pergantian tahun.tahukah anda bahwa tahun baru menurut penggalan masehi pernah dirayakan tidak hanya dibulan januari, berikut adalah sejarahnya,Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalenderJulius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SMSM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus. baru ini, sehingga tahun 46
selain itu, ada banyak juga perayaan tahun baru didunia yang tidak menganut penaggalan masehi diantaranya adalah,
Dalam kalender Baha'i, tahun baru jatuh pada tanggal 21 Maret yang disebut Naw Ruz.Rosh hasanah adalah perayaan tahun baru bagi umat Yahudi. Hari tersebut jatuh sebelum tanggal 5 September pada kalender Gregorian.Tahun baru Hijriyah dalam kalender Hijriyah dirayakan setiap tanggal 1 Muharam.Tahun baru Tiongkok atau Imlek jatuh pada malam bulan baru pada musim dinginJanuari hingga awal Februari). (antara akhirTahun baru Thailand dirayakan mulai tanggal 13 April hingga 15 April dengan upacara penyiraman air.Tahun baru Vietnam disebut Tết Nguyên Đán, dirayakan pada hari yang sama dengan Imlekmalam ini rakyat indonesia dalam hitungan beberapa jam lagi akan merayakan tahun baru, semua orang seolah sudah sibuk untuk menyambut perayaan ini, banyak orang yang beranggapan bahwa ini adalah semacam rutinitas yang seolah tidak boleh dilewatkan dengan cara berpesta pora.perayaan tahun umumnya memang identik dengan pesta pora dan bersenang senang tanpa arah dan tujuan yang jelas, suara petasan dan terompet seolah menjadi hal yang wajib dan harus ada untuk merayakan tahun baru.sungguh amat disayangkan apabila perayaan tahun baru hanya berakhir diriuhnya suara petasan dan terompet, karena ini adalah moment yang tepat bagi kita untuk bisa merefleksikan dan mengevaluasi diri kekurangan dan pencapaian apa saja yang kita dapat pada tahun sebelumnya. hal ini penting karena dengan mengevaluasi diri kita bisa tahu kelemahan dan kekurangan kita ditahun sebelumnya sehingga bisa kita jadikan acuan untuk tahun yang akan datang agar kesalahan tidak terulang kembali dan kekurangan kita bisa kita benahi, so tentu saja tahun yang akan datang kita bisa menjadi orang yang lebih baik.tanpa semangat untuk memperbaiki diri, sebenarnya perayaan tahun baru hanya akan menjerumuskan kita pada budaya konsumtif,westenisasi dan hedonisme. untuk itu marilah dalam rangka menyambut tahun baru 2014 ini kita bersam-sama merevleksikan dan mengevaluasi diri kita agar ditahun yang akan datang kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dan menjadi manusia baru juga ( neo saphien )tahun baru,,,,,,,,semangat baru,,,,,,,,,,,manusia baru,,,,,,,,,,,,,SELAMAT TAHUN BARU 2014 post by : Susmudioko,ST
suasana dijalan raya mulai padat, suara terompet mulai terdengar disana sini.malam ini terasa berbeda karena malam ini adalah malam perayaan tahun baru. perayaan tahun baru di indonesia dirayakan tiap tanggal 1 januari dengan berbagai cara. ada yang merayakan tahun baru di tempat wisata, di kafe, di pusat kota dan tempat keramaian lainya.cara tiap orang merayakanya pun berbeda -beda, dengan hanya sekedar makan malam dengan keluarga kemudian meniup terompet, ada pula yang rela begadang semalaman untuk menantikan pergantian tahun.tahukah anda bahwa tahun baru menurut penggalan masehi pernah dirayakan tidak hanya dibulan januari, berikut adalah sejarahnya,Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalenderJulius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SMSM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus. baru ini, sehingga tahun 46
selain itu, ada banyak juga perayaan tahun baru didunia yang tidak menganut penaggalan masehi diantaranya adalah,
Dalam kalender Baha'i, tahun baru jatuh pada tanggal 21 Maret yang disebut Naw Ruz.Rosh hasanah adalah perayaan tahun baru bagi umat Yahudi. Hari tersebut jatuh sebelum tanggal 5 September pada kalender Gregorian.Tahun baru Hijriyah dalam kalender Hijriyah dirayakan setiap tanggal 1 Muharam.Tahun baru Tiongkok atau Imlek jatuh pada malam bulan baru pada musim dinginJanuari hingga awal Februari). (antara akhirTahun baru Thailand dirayakan mulai tanggal 13 April hingga 15 April dengan upacara penyiraman air.Tahun baru Vietnam disebut Tết Nguyên Đán, dirayakan pada hari yang sama dengan Imlekmalam ini rakyat indonesia dalam hitungan beberapa jam lagi akan merayakan tahun baru, semua orang seolah sudah sibuk untuk menyambut perayaan ini, banyak orang yang beranggapan bahwa ini adalah semacam rutinitas yang seolah tidak boleh dilewatkan dengan cara berpesta pora.perayaan tahun umumnya memang identik dengan pesta pora dan bersenang senang tanpa arah dan tujuan yang jelas, suara petasan dan terompet seolah menjadi hal yang wajib dan harus ada untuk merayakan tahun baru.sungguh amat disayangkan apabila perayaan tahun baru hanya berakhir diriuhnya suara petasan dan terompet, karena ini adalah moment yang tepat bagi kita untuk bisa merefleksikan dan mengevaluasi diri kekurangan dan pencapaian apa saja yang kita dapat pada tahun sebelumnya. hal ini penting karena dengan mengevaluasi diri kita bisa tahu kelemahan dan kekurangan kita ditahun sebelumnya sehingga bisa kita jadikan acuan untuk tahun yang akan datang agar kesalahan tidak terulang kembali dan kekurangan kita bisa kita benahi, so tentu saja tahun yang akan datang kita bisa menjadi orang yang lebih baik.tanpa semangat untuk memperbaiki diri, sebenarnya perayaan tahun baru hanya akan menjerumuskan kita pada budaya konsumtif,westenisasi dan hedonisme. untuk itu marilah dalam rangka menyambut tahun baru 2014 ini kita bersam-sama merevleksikan dan mengevaluasi diri kita agar ditahun yang akan datang kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dan menjadi manusia baru juga ( neo saphien )tahun baru,,,,,,,,semangat baru,,,,,,,,,,,manusia baru,,,,,,,,,,,,,SELAMAT TAHUN BARU 2014 post by : Susmudioko,ST
Selasa, 24 September 2013
PROGRAM SMK BERPRESTASI
“Training Implementasi SMM Iso
9001:2008 Untuk Sekolah”
Tanggal 22-23 Oktober 2013
SMK MIGAS CEPU adalah salah satu
contoh sekolah yang sudah menerapkan SMM ISO 9001:2008, SMK MIGAS sudah
menerapkan SMM ISO 9001:2008 sejak tahun 2008. Banyak keuntungan/manfaat yang
sudah diperoleh oleh SMK MIGAS ketika menerapkan SMM ISO 9001:2008, diantaranya
SMK MIGAS berhasil menjadi RSBI dan sekarang SMK MIGAS menjadi salah satu SMK
BERPRESTASI di Indonesia.
Untuk itu melalui program kegiatan SMK BERBAGI
PRESTASI ini kami Tim ISO SMK MIGAS akan melaksanakan Training Implementasi SMM
ISO 9001:2008 untuk sekolah, terutama sekolah diwilayah cepu dan sekitarnya,
dengan harapan kami dapat membantu dan berbagi ilmu kepada sekolah-sekolah
disekitar cepu yang ingin menerapkan SMM ISO 9001:2008. Apabila SMM ISO9001:2008
ini diterapkan pada sekolah secara benar dan konsisten, maka dapat dipastikan
terjadi perubahan pada sekolah yaitu adanya peningkatan kinerja dan kepuasan
pelanggan (staff, siswa, guru, kepala sekolah, penjaga sekolah, wali murid,
serta masyarakat sekitar).
JADWAL TRAINING
NO
|
HARI TANGGAL
|
JAM
|
ACARA
|
KETERANGAN
|
1
|
Selasa,
22 Okt 2013
|
08.00 – 08.30
|
Check In Peserta
|
Panitia
|
08.30 – 09.00
|
Opening Ceremoni
|
|||
Pembukaan
|
ALL
|
|||
Sambutan Ketua Panitia
|
Susmudioko, ST
|
|||
Sambutan Kepala sekolah
|
Ir. Bambang Harjoko, MT
|
|||
Penutupan
|
||||
09.00 – 10.15
|
Materi I
|
Susmudioko, ST
|
||
Quality Awareness
|
||||
10.15 – 11.30
|
Materi II
|
Agus Siswanto, M.Pd
|
||
Persyaratan
Sistem Manajemen Mutu ISO9001:2008
|
||||
11.30 – 12.30
|
Ishoma
|
All
|
||
12.30 – 14.00
|
Materi III
|
Susmudioko, ST
|
||
Penerapan Sistem Manajemen Mutu
|
||||
14.00 – 15.30
|
Materi IV
|
Agus Siswanto, M.Pd
|
||
Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu
|
||||
2
|
Rabu,
23 Okt 2013
|
09.00 – 10.15
|
Materi V
|
Susmudioko, ST
|
Pengendalian Dokumen
|
||||
10.15 – 11.30
|
Materi VI
|
Indyarti Setyowati, S.Pd
|
||
Audit Internal
|
||||
11.30 – 12.30
|
Ishoma
|
All
|
||
12.30 – 13.30
|
Materi VII
|
Agus Siswanto, M.Pd
|
||
Rapat Tinjauan Manajemen
|
||||
13.30 – 14.30
|
Materi VIII
|
Susmudioko, ST
|
||
Tindakan Korektif, Perbaikan dan Pencegahan
|
||||
14.30 – 15.00
|
Istirahat
|
All
|
||
15.00 – 16.00
|
Penutupan
|
All
|
||
3
|
Menyesuaikan
( Akan diatur tersendiri )
|
Pendampingan bagi Sekolah yang akan menerapkan SMM
ISO 9001:2008
|
TIM ISO SMK MIGAS CEPU
|
|
SMK MIGAS CEPU
Kampus
1 : Jl. Diponegoro No. 53 Telp/Fax. (0296) 421120
Kampus
2 : Jl. Ronggolawe No. 2 Komplek Mentul Telp. (0296) 423727
Web site : http//:smkmigas.com e-mail : smk_migas@yahoo.com
CEPU
- 58312
Ket :
Training ini Khusus bagi sekolah diwilayah cepu dan sekitarnya
Training tanpa dipungut biaya
Bagi yang berminat bisa menghubungi panitia atau langsung datang ke sekolah kami
Langganan:
Postingan (Atom)

